Apakah hanya itu saja tantangannya?
TIDAK!!!
Awal
Kata puasa dengan segala bentuknya, dalam bahasa Arab, disebut 13 kali dalam al-Qur'an.
Paling sering digunakan adalah istilah shiyam dan hanya satu kali dengan kata shaum. Meski demikian, kata shaum mengandung makna lebih dibanding makan, minum dan "bergaul" dengan istri mulai fajar sampai maghrib, sedang shaum mencegah lebih dari apa yang tidak boleh dalam shiyam, yaitu harus mencegah atau menahan pembicaraan yang tidak baik, mencegah mendengar yang tidak baik, mencegah pandangan yang tidak baik, bahkan mencegah pikiran yang tidak baik.
Dalam pandagan al-Ghazali, shiyam inilah bentuk puasa yang sesungguhnya yang akan mengantarkan manusia pada derajat taqwa, sedang shiyam adalah perilaku syariat, puasa masyarakat awam, sedang shaum adalah perilaku puasa hakikat, puasa orang-orang pilihan.
Al-Qur'an sendiri menggunakan kata shaum dan hanya satu kali dalam kaitannya dengan perilaku puasa Maryam, manusia suci bunda Nabi Isa A.S (Q.S Maryam:26)
Shiyam hanya berarti berpuasa dengan mencegah.
Referensi : http://www.scribd.com/doc/4857963/Puasa-Antara-Shaum-dan-Shiyam
"Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian bershaum, sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertaqwa." (Q.S. Al-Baqarah [2] : 183)
Berarti puasa itu beda dengah shaum
Ada 4 hal penting yang harus dijauhi selama melaksanakan ibadah shaum (baik dibulan Ramadhan ataupun tidak)
- Tidak makan
- Tidak minum
- Tidak melakukan hubungan suami-istri
- Mengendalikan diri (emosi dan nafsu)
Setelah waktunya berbuka, maka ketiga hal tersebut menjadi halal kembali, sesuai ketentuan normalnya. Tentu saja tidak segala jenis makan, minum dan hubungan seks menjadi halal. Islam memiliki ajaran yang lengkap tentang segala hal, termasuk ketiga hal tersebut.
Poin keempat mewakili seluruh inti ajaran shaum. Inilah alasan mengapa Allah mewajibkan shaum minimal selama sebulan dalam setahun, yaitu pada bulan Ramadhan. Selain itu, Rasulullah saw. pun sangat menganjurkan umatnya untuk melaksanakan berbagai shaum sunnah. Salah satu shaum sunnah yang diajarkan oleh beliau adalah shaum pada setiap hari Senin dan Kamis. Shaum sunnah terbaik adalah shaumnya Nabi Daud A.S, yaitu sehari bershaum dan sehari tidak, demikian seterusnya.
Itu merupakan awal dari cerita ini, agar kita tahu hikmah dan pesan moralnya
Cerita
Si A sedang shaum saat bulan ramadhan, banyak sekali godaan yang dia dapatkan
Untungnya si A imannya agak kuat
A : Aduh, kapan bukanya ya?
Nafsunya : Udah sekarang aja bukanya, gak ada yang liat
A : Ah, masa sekarang? Aku dibilang pengecut dong!
Akhirnya ia tetap isitiqomah, akan tetapi ada hal yang bikin si A sangat emosi yaitu adiknya yang baru datang, sengaja mempermainkan dia dengan ejekan-ejekan dan juga makan di depan si A.
A : Adik sana kamu! jangan bikin kakak marah ya!
Adik : Kakak jelek, kaka jelek!
Nafsu : Udah marah-marahin aja lagi, biar stress kamu ilang!
A : Astaghfirullah, ya Allah maafkan aku, aku sering hilaf
Nafsu : Ngapain kamu minta maaf?
A : (Memegang kepala karena pusing apa yang harus ia lakukan)
A : Ah, mending aku bikin karya ilmiah aja deh, terus tidur, terus mandi; daripada shaum gak ada kegiatan apapun, tidur juga ibadah kan?
Penutup
Nah, apa yang kita dapat adalah kendalikan emosi dan nafsu kita jangan biarkan nafsu kita meluap sehingga menguasai diri kita, baik di Ramadhan, ataupun tidak!
Ingat terus Allah SWT!
Di Ramadhan isilah dengan kegiatan-kegiatan yang baik dan benar!

No comments:
Post a Comment
Silahkan isi komentar, jangan ada unsur SARA dan pornografi, spam, flaming akan dihapus